825 TAHUN PENANTIAN

Muhammad Al Fatih

MENIKMATI PROSES

TIDAK ADA YANG INSTAN PERJALANAN MENUJU KESUKSESAN

KEGAGALAN TERJADI HANYA UNTUK YANG MENYERAH

Utamakan Pandangan Allah Swt.

SMPIT AS SYIFA BOARDING SCHOOL

SMPIT As Syifa Boarding School I Subang Jawa Barat Indonesia.

AS SYIFA BOARDING SCHOOL

As Syifa Boarding School

PMB 2015-2016 SMPIT-SMAIT AS SYIFA BOARDING SCHOOL SUBANG

Penerimaan Murid Baru SMPIT-SMAIT As Syifa Boarding School tahun Pelajaran 2015-2016
 Persyaratan Pendaftaran PMB 2015/2016
  • Beragama Islam
  • Menyiapkan dokumen :
  • Pas foto berwarna, 3×4, 2 lembar (bukan foto seluruh badan)
  • Fotocopy Kartu/Surat Keterangan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional), 1 lembar
  • Fotocopy Akte Kelahiran, 1 lembar
  • Fotocopy Kartu Keluarga, 1 lembar
  • Rapor 5 semester, masing-masing 1 rangkap
  • SMPIT : Kelas 4 – 5 (semester 1-4), dan Kelas 6 semester 1
  • SMAIT : Kelas 8 -9 (semester 1-5)
  • Untuk Jalur Prestasi Melampirkan Fotocopy Sertifikat/Piagam Penghargaan
  • Mengisi formulir registrasi secara online
  • Mengisi quesioner orang tua/wali secara online
  • Bersedia mematuhi dan mengikuti prosedur seleksi dengan membuat Surat Pernyataan Mematuhi Prosedur Seleksi PMB As-Syifa Boarding School
  • Membayar uang pendaftaran Rp 260.000,- dengan cara ditransfer ke :
Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Subang No. Rek. 7088888558 a/n PMB As-Syifa Boarding School
Sekretariat Panitia PMB
* Aula Umar bin Khaththab (Area SMAIT Putra) – As-Syifa Boarding School,
Jl. Raya Subang-Bandung KM 12, Tambakmekar,  Jalancagak, Subang.
* Kontak person :
– 0813 2131 0454 – Muflih
– 0852 2000 6904 – Nurul Ichsan
– 0813 2131 0442 – Khaerudin
– 0878 2802 0566 – Tis’atuzzahro
– 0857 5967 4868 – Rini Astriani
– 0857 2366 1478 – Mulyono
– 0823 1682 8794 – Joang Peby Bramingga
* Fax. (0260) 472494, (0260) 471353
* Email : registrasi@assyifa.net

info lebih lengkap dan registrasi online silahkan kunjungi link ini  : pmb.assyifa-boardingschool.sch.id

Kawan kita mungkin lebih mulia di Mata Allah_Mufti Menk


Dan Ingatlah dengan kerendahan hati, jika Allah telah memberimu kesempatan untuk mendekat Kepada Nya. Jangan berpikir bahwa orang lain tidak dekat kepadaNya. Aku akan memberitahumu mengapa, ada berapa banyak amal baik? ada ribuan amal baik, apakah kau setuju ? berapa banyak amal sunnah ? Ratusan ribu, apakah kau setuju ? jadi jika kau mengerjakan 20 amal baik, orang lain mungkin telah mengerjakan 40 amal baik tapi benar-benar berbeda daripada amal baik yang kau kerjakan. 
Jadi ketika kau melihat orang itu, dan kau melihat apa yang dia kerjakan tidak seperti yang kau kerjakan, maka kau mulai berpikir bahwa dia tidak religius. Tapi tunggu dulu, dia mungkin mengerjakan amal baik lainnya, mungkin bahkan jauh lebih baik darimu dari segi kualitas dan kuantitasnya, dan kau bahkan tidak mengetahuinya. jadi berhentilah kita menghakimi. jangan pernah menilai buku dari covernya saja. jika Allah swt memudahkanmu untuk menutupi dirimu dengan jilbab, katakan Alhamdulillah, tapi jangan lihat kepada orang-orang yang tidak melakukannya dan berpikir, bahwa mereka tidak soleh. Jika kau memanjangkan jenggot, Alhamdulillah, tapi jangan pernah menilai orang-orang yg tidak melakukannya berarti keimanannya rendah. Mungkin mereka berbakti kepada orangtua tapi kaiu tidak melakukannya, mungkin mereka tidak bergunjing tapi kau melakukannya.
Subhanallah. Mungkin mereka mengerjakan tahajjud, tapi kau tidak.  Jadi amal baik ada banyak, amal baik tidak sebatas pada apa yang kau lakukan saja, ingat itu.
Semoga Allah membuka pintu kita, semoga Dia menjadikan kita menghormati sesama.
Semoga Dia menjauhkan kita dari bergunjing, bergosip, dan hal-hal tercela lainnya.
Cara kita menghormatidan menghargai Rasulullah S.A.W hanyalah dengan mengikuti apa sabdanya.
Dia tidak ingin yang lainnya, dia hanya ingin agar kita mengikuti perbuatannya, mengikuti jalannya, mengikuti ajarannya, untuk memastikan bahwa apapun yang kita lakukan berasal dari padanya, dan menghentikan segala sesuatu yang tidak menyenangkan Allah, karena kita butuh fokus.

Definisi Autisme, dan 7 Ciri Utama untuk Deteksi Dini pada Anak.

"Huh, dasar autis...". Terkadang cemoohan itu dilontarkan kepada seseorang yang tingkah lakunya rada "aneh" atau "asik dengan dunianya sendiri".



         Kalimat seperti itu terasa menyakitkan di telinga dan hati orang yang peduli dengan anak penyandang autisme. Terutama bagi orang tua yang memiliki anak seperti ini, termasuk saya.  Hindarilah penggunaan kalimat itu. Memang terkadang orang mengucapkan kata-kata yang menyakitkan tanpa menyadarinya. Karena tidak mencoba merasakan bagaimana perasaan orang lain yang mereka cemooh.

    Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olokkaum yang lain [karena] boleh jadi mereka [yang diolok-olok] lebih baik dari mereka [yang mengolok-olok] dan jangan pula wanita-wanita [mengolok-olok] wanita-wanita lain [karena] boleh jadi wanita-wanita [yang diperolok-olokkan] lebih baik dari wanita [yang mengolok-olok] dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri  dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah [panggilan] yang buruk sesudah iman  dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Q.S Al Hujurot :11)

    
       Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa memilih, bagaimana keadaan mereka ketika dilahirkan di dunia ini. Apakah akan dilahirkan sebagai anak orang kaya, atau miskin ? ganteng, cantik atau burukrupa? normal atau ada kelainan?

       Janganlah mengolok-olok kekurangan orang lain. Bagaimana kalau hal yang tidak diinginkan itu terjadi pada kita? atau anggota keluarga kita? Allah Maha Kuasa membolak balik kan kehidupan seseorang. Sayangilah sesama makhluk Allah. Untuk itu kita perlu memahami mereka. Untuk lebih memahami anak penyandang autisme, ayo kita lihat definsi autisme.

       Autisme adalah gangguan perkembangan yang mempengaruhi cara seseorang untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Penyandang autis tidak dapat berhubungan dengan orang lain secara berarti. Kemampuannya untuk membangun hubungan dengan orang lain terganggu karena ketidak mampuannya untuk berkomunikasi dan untuk mengerti perasaan orang lain.

       Penyandang autis memiliki gangguan pada:
a. Interaksi sosial (kesulitan dalam menjalin hubungan sosial).
b. Komunikasi (kesulitan dengan komunikasi verbal maupun non verbal, sebagai contoh, tidak mengerti  arti dari gerak tubuh, ekspresi muka atau nada/warna suara).
c. Imajinasi (kesulitan dalam bermain dan berimajinasi, sebagai contoh, terbatasnya aktivitas bermain, mungkin hanya mencontoh dan mengikuti secara kaku dan berulang-ulang).
d. Perilaku. Pola perilaku cenderung repetitif dan resisten (tidak mudah mengikuti/menyesuaikan) terhadap perubahan pada rutinitas.
e. Rangsangan sensorik. Contohnya: ada anak yang sangat peka terhadap suara ataupun sentuhan.

       Tanda-tanda awal biasanya terjadi pada usia dini (sebelum usia tiga hingga lima tahun). "Dari studi lebih dari 20 tahun yang dilakukan Robins D dkk dalam 'The Modified Checklistfor Autism in Toodlers, Journal of Autism and Development Disorders' ada 7 checklist yang bisa digunakan untuk mendeteksi autis secara dini".

       Tujuh (7) ciri utama untuk mendeteksi anak autisme, yaitu:
1. Apakah anak tersebut memiliki rasa tertarik pada anak-anak lain?
2. Apakah ia pernah menggunakan telunjuk untuk menunjukkan rasa tertariknya pada sesuatu?
3. Apakah ia bisa menatap mata anda lebih dari 1 atau 2 detik?
4. Apakah ia bisa meniru anda? Misalnya, bila anda membuat raut wajah tertentu, apakah ia menirunya?
5. Apakah ia memberi reaksi bila namanya dipanggil?
6. Bila anda menunjuk pada sebuah mainan di sisi lain ruangan, apakah ia melihat pada mainan tersebut?
7. Apakah ia pernah bermain 'sandiwara' misalnya berpura-pura berbicara di telepon atau berpura-pura menyuapi boneka?
Seorang anak berpeluang menyandang autis jika minimal 2 dari pertanyaaan diatas dijawab tidak.
"Tidak semua anak yang berpeluang menyandang autis memenuhi kriteria di atas. 7 ciri utama ini digunakan agar orangtua dan guru waspada untuk segera memeriksa dan mendiagnosa anak yang berpeluang autis kepada dokter terdekat,".

Modified Checklist for Autism in Toodlers bisa digunakan untuk mendeteksi gejala autis untuk anak usia 18 bulan atau sebelum 3 tahun. Bila orangtua sudah bisa mendeteksi gejala autisme secara dini maka mereka akan memiliki peluang yang semakin besar untuk membuat anaknya menjadi mandiri.

Dari definisi di atas bisa kita lihat bahwa "cuek" nya anak autis itu bukanlah disengaja. Bukan karena kurang sopan ataupun tidak menghargai orang lain.
       Saya punya kisah yang mengharukan dari seorang penyandang autisme ringan yang saya kenal. Ia teman SMP adik saya yang usianya sekarang berkisar 46 tahun. Saya ingat bahwa dulu, ketika SMP ia perilakunya menyebalkan, seenaknya sendiri, egois. Setelah berkeluarga dan memiliki anak, ternyata anaknya penyandang autisme. Suatu ketika ia membaca buku tentang autisme. Ia baru menyadari bahwa ia juga penyandang autisme ringan. Selama puluhan tahun ia atau pun orang tuanya tidak menyadari hal ini. Ia hanya merasa"stress" dengan perilakunya sendiri yang sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan. Pada suatu seminar ia pernah ditanya "Bagaimana perasaannya ketika remaja menghadapi lingkungan dan permasalahan yang sulit ia mengerti?" Ia menjawab "Rasanya saya pengen bunuh diri".

       Jadi kalau kita bertemu dengan anak2 seperti ini cobalah untuk mengerti. mereka tidak minta dikasihani, karena hal ini membuat mereka manjadi lemah, tapi sayangilah mereka, pahamilah kesulitan yang mereka hadapi. Jangan dicemooh apalagi dikucilkan. Semoga mereka menjadi pribadi yang sabar, mandiri dan bahagia di dunia dan di akhirat nanti. Amin.

Sumber: Kerincigoogle.com Situs youth shine academy.
Gambar diambil dari magickalgraphics.com. Terima kasih.
http://setetes-embun-di-pagi-hari.blogspot.com/

Belajar dari Ben Carson


Ben Carson MD ( lahir tgl 18 september  1951) adalah  Direktur Bedah Saraf Anak diRumah Sakit Johns Hopkins . Ia menduduki posisi yang terhormat ini sejak usianya baru 30 tahunan. Ia dianugerahi Presidential Medal of Freedom ,  penghargaan sipil  tertinggi di Amerika Serikat oleh Presiden George W. Bush pada tahun 2008. 

Ben Carson dikenal sebagai ahli bedah saraf dunia yang hebat. Ia adalah dokter pertama (dibantu oleh team dokter lain ) yang berhasil memisahkan dua bayi yang kembar siam. Walau pun operasi semacam ini yang dilakukannya tidak selalu berhasil, namun keberhasilan ini sangat fenomenal. Sebelumnya masyarakat dunia tidak menyangka bahwa hal ini bisa dilakukan.

Kisah dibalik kesuksesan sungguh luar biasa. Waktu kecil ia dikenal sebagai anak yang miskin dan bodoh. Suatu kali ibunya menyadarkannya bahwa ia sebenarnya bukan anak bodoh hanya kurang belajar. Maka sang ibu menekannya agar ia banyak membaca buku. Baik buku pelajaran maupun buku lainnya. Meski mereka miskin dan tak mampu beli banyak buku, ibunya meminjam buku-buku dari perpustakaan umum untuk dipelajari Ben.
 "Dalam kondisi miskin kita tak akan punya kesempatan untuk pergi ke mana-mana. Namun dengan buku kita bisa pergi ke mana pun kita mau, bisa jadi orang seperti apapun, dan bisa melakukan apapun yang kita inginkan," tutur ibunya.

Berkat disiplin yang ditanamkan ibunya itu akhirnya Ben sukses menjadi pelajar yang berprestasi. Ketika hendak mendaftar ke Unversitas, ia tidak memiliki banyak uang. Maka ia bekerja apa saja untuk bisa kuliah.

Kisahnya yang sangat memotivasi ini banyak diapresiasi oleh kalangan pendidikan sehingga ia banyak mendapat penghargaan.  Ia berbagi kiat suksesnya dalam sejumlah buku, salah satunya Think Big. Selalu berpikir besar (Think Big) inilah yang mendorongnya jadi orang sukses. 

“God has given us more than fourteen billion cells and connections in our brain. Why would God give us such a complex organ system unless he expects us to use it?” 
― Ben Carson

 Apa itu "Think Big"  menurut Carson? Ia punya rumusan singkat, bahwa
Think Big terdiri dari 8 kunci sukses yang diurai dari delapan huruf (T-H-I-N-K-B-I-G)

T - singkatan dari "talent" (bakat) dan "time" (waktu). Kenalilah bahwa waktu dan bakat adalah hadiah dari Tuhan.

H - adalah "hope", harapan untuk hal-hal yang baik dan jujur (honest).

I - adalah "Insight", wawasan yang diperoleh dari orang atau buku-buku bagus.

N - adalah "to be Nice to all people", berbuat baiklah pada semua orang.

K - adalah "knowledge" (ilmu pengetahuan), kenalilah ilmu pengetahuan sebagai kunci kehidupan.

B - adalah "BOOK" (buku), bacalah buku sebanyak-banyaknya.

I - "In-dept", belajar dan perdalamlah keterampilan.

G - adalah "God", Tuhan. Semua orang punya Tuhan. Jangan lupa pada Tuhan.

Ia menyimpulkan semua itu dari pelajaran yang diberikan ibunya.
 "Ketika saya sedang belajar ibu saya selalu bilang, ‘Kamu bisa melakukan apa saja yang orang lain lakukan, hanya saja kamu harus melakukannya dengan lebih baik' ".


NB:  Tulisan disadur dari tulisan . http://setetes-embun-di-pagi-hari.blogspot.com/2012/02/think-big.html

WASPADA INFO PENIPUAN KEPADA ORANGTUA MURID SMPIT AS SYIFA BOARDING SCHOOL

mohon waspada dan diketahui bersama bahwa telah ada modus penipuan ke ortu murid dengan cara si pelaku mengatasnamakan wali asrama dan memberitahukan bhw anaknya yg di asrama jatuh dari tangga dan luka shg mbutuhkn uang utk berobat sbesar 20 juta serta meminta ke ortu murid tsb utk transfer ke rek milik penipu dan celakanya ortunya percaya dn sdh transfer tanpa mngecek ke nomor pengurus asrama yg resmi...sadar tertipu ketika diminta transfer 17 jt lg sdgkan anaknya ternyata baik2 saja...
MOHON untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah, sebelum mengambil putusan. semoga menjadi pelajaran untuk semua

JAWABAN ELEGAN TUKANG BASO

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,...terdengar suara tek...tekk.. .tek...suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat..., ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau bakso ?

"Mauuuuuuuuu. ...", secara serempak dan kompak anak - anak asuhku menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. ...

Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.


"Mang kalo boleh tahu, kenapa uang - uang itu Emang pisahkan? Barangkali ada tujuan ?" "Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita – cita penyempurnaan iman ".

"Maksudnya.. ...?", saya melanjutkan bertanya.

"Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari Emang dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat...... .....sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : "Iya memang bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya....".

Ia menjawab, " Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.

Definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita".

"Masya Allah..., sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso".
 http://www.kisahinspirasi.com/2012/09/kisah-inspirasi-jawaban-elegan-dari.html

because im a muslim girl


Wafa adalah seorang gadis kecil berumur 7 tahun. Saat ini, dia bersekolah di Albany Rise Primary School, Melbourne, Australia. Seperti anak-anak seusianya, Wafa juga masih didominasi sifat kekanak-kanakan. Namun di balik itu semua, ada yang istimewa pada gadis kecil ini. Dia satu-satunya murid di sekolahnya yang mengenakan jilbab. Padahal Wafa bersekolah di public school, bukan di sekolah Islami.
Gadis kecil ini tak pernah mau melepas jilbabnya meski saat ini tidak tinggal di Indonesia. Tak ada paksaan dari orang tuanya untuk mengenakan jilbab. Meski berada di lingkungan asing, dengan resiko akan ‘diasingkan’ oleh teman-temannya, dia tetap tidak peduli dan kokoh dengan pendiriannya.
Suatu hari, Australia sedang dilanda heatwave. Waktu itu suhu bisa mencapai 40 derajat celcius. Karena kasihan, guru Wafa memintanya untuk membuka jilbab agar tidak terlalu kepanasan. Namun dengan tenang Wafa menjawab, “Its okay, Miss. I’m alright,” Sang guru pun sampai menyampaikan kekaguman atas kegigihan Wafa.
Di kesempatan lain, Wafa ditanya oleh beberapa temannya. “Why do you wear that thing on your head?” Dengan percaya diri sebagai seorang muslim, dia menjawab, “Because I’m muslim,” Sang teman rupanya masih penasaran dan bertanya lagi, “But what you’re wearing that for?” Kembali dengan kepercayaan diri yang tinggi, Wafa menjawab,”Well, because I’m muslim girl and all muslim girls are not allowed to show their hair to other people, besides their own family.” Bisa kita bayangkan betapa takjubnya teman-teman Wafa ketika mendengar jawaban ini.
Entah bagaimana caranya gadis kecil ini memiliki kepercayaan diri dan kebanggaan sebagai seorang muslim. Biasanya anak seusianya sangat takut dianggap berbeda dari teman-temannya. Akan tetapi tidak untuk Wafa. Dia sangat percaya diri dan bangga dengan identitasnya sebagai seorang muslim. Tempat yang asing bagi dirinya pun semakin menempanya untuk tetap bangga sebagai seorang muslim. Kegigihan Wafa ini rupanya juga diperhatikan oleh guru-gurunya. Dia pun terpilih sebagai student of the week di minggu pertama dia masuk ke sekolah tersebut.
Kisah tentang Wafa yang dikutip dari buku Character Building, karangan Yudha Kurniawan SP dan Ir Tri Puji Hindarsih tersebut sungguh menginspirasi kita bahwa identitas sebagai seorang muslim adalah suatu kebanggaan. Di negeri yang mayoritas non muslim, Wafa mampu menunjukkan kebanggan tersebut. Sungguh ironis jika di negeri yang mayoritas muslim ini, kita justru malu menunjukkan identitas diri kita sebagai seorang muslim. Wafa juga memberi pelajaran pada kita bahwa usia yang masih d

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/08/27/56320/because-im-a-muslim-girl/#ixzz3BaJJkOtq

PACARAN DAN PERGAULAN BEBAS

Ada anak SMP hamil 4 bulan, dihamili pacarnya yg SMA. Sang pacar didorong dari jembatan unt dibunuh #PergaulanBebas
Berita selanjutnya, anak SMP melahirkan dan kemudian bayinya dibunuh bersama pacarnya yg SMA #PergaulanBebas
04. #PergaulanBebas banyak penyebabnya, salah satunya budaya permisif, banyak permakluman & pembolehan
05. #PergaulanBebas juga karena sang pelaku tdk mendapat penanaman value dari ortu termasuk kurang perhatian dari ortu
06. Wahai para orang tua, mari kita didik & dampingin anak kita sejak belia agar saat remaja tak ikut #
07. Berikan perhatian, sediakan telinga & waktu sejak anak2 kecil agar mereka terbiasa curhat kpd ortu #PergaulanBebas
08. Kedekatan dgn ortu bukan jaminan anak terbebas dari #PergaulanBebas tetapi untuk mengurangi resiko
09. Perpaduan antara kedekatan dgn ortu, penanaman nilai2 agama & pergaulan positif bisa menghindarkan #PergaulanBebas
10. Investasikan waktu, dana & tenaga dengan serius unt anak2 agar ortu tak menyesal karena anak ikut #PergaulanBebas  Jamil AzZaini

Arahan Guru BK Bantu Tentukan Karier Siswa





JAKARTA - Dalam kurikulum 2013, penjurusan SMA tidak lagi dimulai pada kelas XI. Penjurusan IPA, IPS, maupun bahasa dilakukan sejak kelas X. Oleh karena itu, peran guru Bimbingan Konseling (BK) sangat dibutuhkan dalam proses tersebut.

Hal ini yang tidak bosan ditekankan oleh Program Profesor dan Doktor Go to School Universitas Negeri Semarang (Unnes) di tiap kunjungan ke sekolah-sekolah. Termasuk Sugiyono ketika menyambangi SMAN 1 Bukateja, Purbalingga.

Sugiyono menyebut, peranan guru BK dalam implementasi Kurikulum 2013 sangat diperlukan oleh peserta didik, terutama saat siswa menentukan peminatan. Guru BK harus mampu memfasilitasi siswa agar menemukan bidang, jurusan, serta karier yang sesuai minat dan potensinya. Pilihan yang tepat akan membantu siswa mencapai perkembangan optimum.

“Dulu image guru BK tugasnya memarahi siswa. Namun sebetulnya guru BK itu sangat mulia, yakni membimbing siswa supaya terarah. Kini dalam implementasi kurikulum 2013 tugas guru BK berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan orangtua,” imbuh Sugiyono, seperti dikutip dari laman Unnes, Jumat (6/6/2014).

Dia menyatakan, pelaksanaan implementasi kurikulum 2013 dapat menimbulkan masalah besar bagi peserta didik SMA, SMK, dan MA yang tidak mampu menentukan pilihan peminatan secara tepat. Dampaknya peserta didik kesulitan belajar dan kecenderungan gagal dalam belajar. Oleh karena itu, guru BK sangat berperan dalam pemilihan peminatan.

"Peminatan merupakan proses yang berkesinambungan, harus berpijak pada kaidah-kaidah dasar yang secara eksplisit dan implisit, terkandung dalam kurikulum. Penetapan peminatan peserta didik hendaknya sesuai dengan potensi diri, minat, dan kecenderungan pilihan peserta didik, supaya proses serta hasil belajar baik," jelasnya.

Pria kelahiran Yogyakarta 11 April 1952 itu mengemukakan, pelayanan peminatan pada peserta didik membantu dalam memilih dan menetapkan mata pelajaran yang diikuti, memahami dan memilih arah pengembangan karier, menyiapkan diri, serta memilih pendidikan lanjutan sampai ke jenjang perguruan tinggi sesuai dengan potensi dirinya.

"Pemilihan peminatan kelompok mata pelajaran di SMA/MA berdasarkan nilai rapor SMP/MTs, nilai ujian nasional SMP/MTs, rekomendasi guru BK di SMP/MTs, hasil tes penempatan ketika mendaftar di SMA/MA, dan tes bakat minat oleh psikolog/konselor," kata Ketua program studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unnes itu.

Pada semester kedua di Kelas X, lanjutnya, seorang peserta didik masih mungkin mengubah peminatan berdasarkan hasil pembelajaran di semester pertama dan rekomendasi guru BK. Dalam menentukan peminatan guru BK bekerja sama dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru mata pelajaran, wali kelas, dan orangtua.

“Apabila terjadi kesulitan atau ketidakcocokan antara pilihan peserta didik dengan orang tua (anak memilih IPS sedangkan orang tua harus IPA), maka peserta didik dan orangtua dapat berkonsultasi dengan guru BK/Konselor,” tutup Profesor Psikologi Pendidikan dan Bimbingan itu. (mrg) http://kampus.okezone.com/read/2014/06/06/373/995099/arahan-guru-bk-bantu-tentukan-karier-siswa

Surat Dari Gaza Palestina : Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia ke 69 Tahun


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada junjungan kita, Muhammad SAW.

Keluarga dan saudara kami yang mulia dan tercinta di Indonesia, pada peringatan hari kemerdekaan yang telah dibayar dengan nyawa para syuhada, darah dan tahanan para pejuang.

Para pejuang Bangsa Indonesia sudah merasakan sebagaimana yg saat ini dirasakan bangsa Palestina, seperti pembunuhan dan penghancuran atas tanah dan bangsa kami.

Bangsa Indonesia sudah berjuang dan mengusir penjajah Belanda dgn penuh keberanian dan heroisme persis sebagaimana kami saat ini, para Pejuang Palestina yang berjuang melawan penjajah zionis Israel.

Pemimpin bangsa Indonesia, Soekarno dan Hatta telah berjuang mengusir penjajah dan sekarang di Palestina, bangsa kami dan para pemimpin kami seperti Abul Abd Haniyah, Muhammad Addayf sedang berjuang untuk mengembalikan hak-hak kami yang direnggut penjajah zionis.

Sungguh penjajah itu sudah melakukan kejahatan kemanusiaan yang sangat luar biasa kepada bangsa Indonesia sebagaimana juga yang saat ini dilakukan oleh penjajah zionis kepada bangsa kami di Palestina, terutama di Gaza.


Untuk itu, kita adalah bangsa yang sama-sama telah merasakan hidup sakit dibawah tekanan dan kejahatan penjajah, kami berharap kepada Allah dalam waktu yang dekat, Palestina Merdeka sebagaimana bangsa Indonesia telah Merdeka.Kami melihat dan merasakan sendiri, masyarakat Gaza MENCINTAI bangsa Indonesia di setiap sudut-sudut kota Gaza ada bantuan-bantuan yang sudah sampai kepada kami dari lembaga2 kemanusiaan yang berasal dari Indonesia.

Dan Gaza pada saat bangsa Indonesia sedang memperingati hari kemerdekaannya.Semoga menjadi inspirasi bagi kami (di Gaza) untuk membebaskan Al Quds, Al Aqsha dan Palestina secara keseluruhan.

Salam CINTA dari saudaramu di Gaza, dan juga salam CINTA dari saudara2mu yg masih mendekam di penjara-penjara zionis Israel di Tepi Barat.


Wassalaamu 'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuhu
Salam dari saya,
Fursan Khalifa (Abul Abbas)
Gaza, 16/8/2014
http://www.islamedia.co/2014/08/surat-dari-gaza-palestina-ucapan.html