825 TAHUN PENANTIAN

Muhammad Al Fatih

MENIKMATI PROSES

TIDAK ADA YANG INSTAN PERJALANAN MENUJU KESUKSESAN

KEGAGALAN TERJADI HANYA UNTUK YANG MENYERAH

Utamakan Pandangan Allah Swt.

SMPIT AS SYIFA BOARDING SCHOOL

SMPIT As Syifa Boarding School I Subang Jawa Barat Indonesia.

AS SYIFA BOARDING SCHOOL

As Syifa Boarding School

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Definisi Autisme, dan 7 Ciri Utama untuk Deteksi Dini pada Anak.

"Huh, dasar autis...". Terkadang cemoohan itu dilontarkan kepada seseorang yang tingkah lakunya rada "aneh" atau "asik dengan dunianya sendiri".



         Kalimat seperti itu terasa menyakitkan di telinga dan hati orang yang peduli dengan anak penyandang autisme. Terutama bagi orang tua yang memiliki anak seperti ini, termasuk saya.  Hindarilah penggunaan kalimat itu. Memang terkadang orang mengucapkan kata-kata yang menyakitkan tanpa menyadarinya. Karena tidak mencoba merasakan bagaimana perasaan orang lain yang mereka cemooh.

    Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olokkaum yang lain [karena] boleh jadi mereka [yang diolok-olok] lebih baik dari mereka [yang mengolok-olok] dan jangan pula wanita-wanita [mengolok-olok] wanita-wanita lain [karena] boleh jadi wanita-wanita [yang diperolok-olokkan] lebih baik dari wanita [yang mengolok-olok] dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri  dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah [panggilan] yang buruk sesudah iman  dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Q.S Al Hujurot :11)

    
       Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa memilih, bagaimana keadaan mereka ketika dilahirkan di dunia ini. Apakah akan dilahirkan sebagai anak orang kaya, atau miskin ? ganteng, cantik atau burukrupa? normal atau ada kelainan?

       Janganlah mengolok-olok kekurangan orang lain. Bagaimana kalau hal yang tidak diinginkan itu terjadi pada kita? atau anggota keluarga kita? Allah Maha Kuasa membolak balik kan kehidupan seseorang. Sayangilah sesama makhluk Allah. Untuk itu kita perlu memahami mereka. Untuk lebih memahami anak penyandang autisme, ayo kita lihat definsi autisme.

       Autisme adalah gangguan perkembangan yang mempengaruhi cara seseorang untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. Penyandang autis tidak dapat berhubungan dengan orang lain secara berarti. Kemampuannya untuk membangun hubungan dengan orang lain terganggu karena ketidak mampuannya untuk berkomunikasi dan untuk mengerti perasaan orang lain.

       Penyandang autis memiliki gangguan pada:
a. Interaksi sosial (kesulitan dalam menjalin hubungan sosial).
b. Komunikasi (kesulitan dengan komunikasi verbal maupun non verbal, sebagai contoh, tidak mengerti  arti dari gerak tubuh, ekspresi muka atau nada/warna suara).
c. Imajinasi (kesulitan dalam bermain dan berimajinasi, sebagai contoh, terbatasnya aktivitas bermain, mungkin hanya mencontoh dan mengikuti secara kaku dan berulang-ulang).
d. Perilaku. Pola perilaku cenderung repetitif dan resisten (tidak mudah mengikuti/menyesuaikan) terhadap perubahan pada rutinitas.
e. Rangsangan sensorik. Contohnya: ada anak yang sangat peka terhadap suara ataupun sentuhan.

       Tanda-tanda awal biasanya terjadi pada usia dini (sebelum usia tiga hingga lima tahun). "Dari studi lebih dari 20 tahun yang dilakukan Robins D dkk dalam 'The Modified Checklistfor Autism in Toodlers, Journal of Autism and Development Disorders' ada 7 checklist yang bisa digunakan untuk mendeteksi autis secara dini".

       Tujuh (7) ciri utama untuk mendeteksi anak autisme, yaitu:
1. Apakah anak tersebut memiliki rasa tertarik pada anak-anak lain?
2. Apakah ia pernah menggunakan telunjuk untuk menunjukkan rasa tertariknya pada sesuatu?
3. Apakah ia bisa menatap mata anda lebih dari 1 atau 2 detik?
4. Apakah ia bisa meniru anda? Misalnya, bila anda membuat raut wajah tertentu, apakah ia menirunya?
5. Apakah ia memberi reaksi bila namanya dipanggil?
6. Bila anda menunjuk pada sebuah mainan di sisi lain ruangan, apakah ia melihat pada mainan tersebut?
7. Apakah ia pernah bermain 'sandiwara' misalnya berpura-pura berbicara di telepon atau berpura-pura menyuapi boneka?
Seorang anak berpeluang menyandang autis jika minimal 2 dari pertanyaaan diatas dijawab tidak.
"Tidak semua anak yang berpeluang menyandang autis memenuhi kriteria di atas. 7 ciri utama ini digunakan agar orangtua dan guru waspada untuk segera memeriksa dan mendiagnosa anak yang berpeluang autis kepada dokter terdekat,".

Modified Checklist for Autism in Toodlers bisa digunakan untuk mendeteksi gejala autis untuk anak usia 18 bulan atau sebelum 3 tahun. Bila orangtua sudah bisa mendeteksi gejala autisme secara dini maka mereka akan memiliki peluang yang semakin besar untuk membuat anaknya menjadi mandiri.

Dari definisi di atas bisa kita lihat bahwa "cuek" nya anak autis itu bukanlah disengaja. Bukan karena kurang sopan ataupun tidak menghargai orang lain.
       Saya punya kisah yang mengharukan dari seorang penyandang autisme ringan yang saya kenal. Ia teman SMP adik saya yang usianya sekarang berkisar 46 tahun. Saya ingat bahwa dulu, ketika SMP ia perilakunya menyebalkan, seenaknya sendiri, egois. Setelah berkeluarga dan memiliki anak, ternyata anaknya penyandang autisme. Suatu ketika ia membaca buku tentang autisme. Ia baru menyadari bahwa ia juga penyandang autisme ringan. Selama puluhan tahun ia atau pun orang tuanya tidak menyadari hal ini. Ia hanya merasa"stress" dengan perilakunya sendiri yang sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan. Pada suatu seminar ia pernah ditanya "Bagaimana perasaannya ketika remaja menghadapi lingkungan dan permasalahan yang sulit ia mengerti?" Ia menjawab "Rasanya saya pengen bunuh diri".

       Jadi kalau kita bertemu dengan anak2 seperti ini cobalah untuk mengerti. mereka tidak minta dikasihani, karena hal ini membuat mereka manjadi lemah, tapi sayangilah mereka, pahamilah kesulitan yang mereka hadapi. Jangan dicemooh apalagi dikucilkan. Semoga mereka menjadi pribadi yang sabar, mandiri dan bahagia di dunia dan di akhirat nanti. Amin.

Sumber: Kerincigoogle.com Situs youth shine academy.
Gambar diambil dari magickalgraphics.com. Terima kasih.
http://setetes-embun-di-pagi-hari.blogspot.com/

BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM

POKOK-POKOK PIKIRAN TENTANG
BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM

A.Pengertian Bimbingan dan Konseling Islam
Bimbingan dan Konseling adalah alih bahasa dari istilah inggris guidence and counselling.Dulu istilah counselling di indonesikan menjadi penyuluhan (nasihat).Akan tetapi,karena istilah penyuluhan banyak digunakan dibidang lain. Stidak menimbulkan semisal dalam penyuluhan pertanian dan penyeluhan keluarga berencana yang sama sekali berbeda isinya dengan dimaksud dengan counselling,maka agar
Tidak menimbulkan salah paham,istilah counseling tersebut langsung diserap saja menjadi konseling.
Mengenai hubungan dan kedududan  antara bimbingan dan konseling terdapat banyak pandangan,salah satunya memandang konseling sebagai teknik bimbingan. Dengan kata lain, konseling berada di dalam bimbingan.Pendapat lain mengatakan bahwa bimbingan terutama memusatkan diri pada pencegahan munculnya masalah sementara konseling memusatkan diri pada pencegahan masalah yang sedang dihadapi individu.Dalam pengertian lain,bimbingan sifat atau fungsinya preventif, sementara konseling kuratif atau korektif. Dengan demikian bimbingan dan konseling yang berhadapan dengan obyek garapan yang sama,yaitu problem atau masalah .Perbedaannya terletak pada titik berat perhatian dan perlakuan terhadap masalah tersebut.
Fungsi atau kegiatan bimbingan dan konseling, lazimnya seperti telah disebutkan di muka,disebut-sebut para ahli bukan sekadar yang bersifat preventif dan kuratif atau korektif saja, melainkan sebagai berikut :
  1. Fungsi preventif atau pencegahan, yakni mencegah timbulnya masalah pada seseorang
  2. Fungsi kuratif atau korektif,yakni memecahkan atau menanggulangi masalah yang sedang dihadapi oleh seseorang.
  3. Keadaan preventif dan developmental, yakni memelihara agar keadaan yang telah baik tidak menjadi tidak baik kembali dan mengembangkan keadaan yang sudah baik itu menjadi lebih baik.
Bimbingan sendiri didefinisikan sebagai orang bermacam-macam, ada yang sedemikian itu singkat rumusnya, ada pula yang amat panjang dengan merinci berbagai aspek yang terkandung dalam proses atau kegiatan bimbingan tersebut.Dalam tulisan ini bimbingan islami ini secara singkat dirumuskan sebagai berikut :
Bimbingan islami adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah,sehinngga dapat mencapai kebahagiaan hidup didunia dan akhirat.
Dengan demikian bimbingan islam merupakan proses bimbingan sebagaimana kegiatan bimbingan lainnya, tetapi dalam seluruh seginya berlandaskan Al-quran dan sunnah rasul.
Bimbingan islam merupakan proses bimbingan bantuan,artinya bimbingan tidak menentukan atau mengharuskan, melainkan sekedar membantu individu.Individu dibantu, dibimbing, agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah. Maksudnya sebagai berikut :
  1. Hidup  selaras dengan ketentuan Allah artinya sesuai dengan kodrat yang ditentukan Allah ,sesuai dengan sunatulloh, sesuai dengan hakikatnya sebagai mahluk Allah.
  2. Hidup selaras dengan petunjuk Allah artinya sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan Allah melalui rasulnya (ajaran islam )
  3. Hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah berarti  menyadari eksistensi diri sebagai mahluk Allah yang diciptakan Allah untuk mengabdi kepada-Nya ,mengabdi dalam arti seluas-luasnya.
B.Landasan Bimbingan dan Konseling Islami
Landasan (fondasi atau dasar pijak) utama bimbingan dan konseling islami adalah al-quran dan sunnah rasul, sebab keduanya merupakan sumber dari segala sumber pedoman kehidupan umat Islam,seperti disebutkan Nabi Muhammad saw sebagai berikut  yang artinya :
“Aku tinggalkan sesuatu bagi kalian semua yang jika kalian selalu berpegang teguh kepadanya niscaya selamanya-selamanya tidak akan pernah salah langkah  tidak akan pernah salang langkah tersesat jalan, sesuatu itu yakni kitabullah dan sunah Rasulnya.”
Al-quran dan Assunah rasul dapatlah diistilahkan sebagai landasan ideal dan konseptual
Bimbingan dan konseling islami. Dari Al-quran dan as-sunnah rasul itulah gagasan, tujuan dan konsep-konsep (pengertian,dan makna hakiki) .
Landasan Filosofis islami  penting artinya bagi bimbingan dan konseling islami antara lain adalah :
  1. Falsafah tentang dunia manusia (citra manusia)
  2. Falsafah tentang dunia dan kehidupan
  3. Falsafah tentang pernikahan dan keluarga
  4. Falsafah tentang pendidikan
  5. Falsafah tentang masyarakat dan hidup kemasyarakatan
  6. Falsafah tentang upaya mencari nafkah atau falsafah kerja.
C.Citra Manusia Menurut Islam
Berdasarkan ayat a- ayat al-Qur’an dan hadits nabi Muhammad SAW., dan berbagai pandangan ulama serta para pakar lainnya, manusia memiliki sifat – sifat atau keadaan sebagai berikut:
  1. Manusia terdiri dari berbagai unsur yang menjadi satau kesatuan utuh yang tidak terpisahkan.
  2. Manusia memiliki empat fungsi sifat atau kedudukan, antara lain:
    1. Sebagai makhluk Allah, yaitu  makhluk yang diciptakan dan wajib mengabdi kepada Allah.
      1. Sebagai makhluk individu.
      2. Sebagai anggota masyarakat manusia atau makhluk sosial.
      3. Sebagai “khalifatullah” di muka bumi yang wajib mengelola dan memakmurkan bumi (makhluk berbudaya).
      4. Manusia memiliki sifat – sifat utama (berakal, dsb) sekaligus pula memiliki kelemahan – kelemahan.
      5. Manusia bertanggung jawab atas segala perbuatannya
Untuk lebih jelasnya akan diuraikan secara singkat satu persatu dibawah ini, antara lain:
  1. Manusia makhluk monopluralis(wahdatu ”anasir”)
Manusia memiliki dua unsur pokok yaitu jasmani dan rohani, dapat diketahui dari firman Allah sebagai berikut:


Artinya:           “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat; “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. “Maka apabila telah kusempurnakan kejadiaanya dan kutiupkan kepadanya roh ciptaan-Ku; maka hendaklah kamu bersujud kepada-Nya.” (QS. Sad :71-72)

Disamping kekuatan dan daya – daya kemampuan jasmaniah, semisal gerak, mencerna makanan dan sebagainya, manusia dianugerahi Allah kemampuan rohaniah yanag kadarnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan makhluk – makhluk lainnya. Kemampuan – kemampuan rohaniah tersebut banyak disebut – sebut dalam al-Qur’an dan hadits, antara lain adalah:
  1. Akal (pikiran atau albab).
  2. Hati nurani (aqidah).
  3. Penglihatan (pengamatan)
  4. Pendengaran
Kemampuan tersebut antara lain disebutkan dalam ayat berikut:

Artinya:             “Yang membuat segala sesuatu yang dia ciptakan sebaik – baiknya dan yang memulai pencipta manusia dari tanah. Kemudian dia menjadikan keturunan-Nya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh ciptaan-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, tetapi kamu sedikit sekali bersyukur. (QS.  As-Sajdah :7-9)

Karena terdiri dari berbagai ragam unsur; jasmaniah-rohaniah, berakal, berhati nurani, berpenglihatan, dan berpendengaran, atau lazim juga dikatakan memiliki unsur cipta, rasa dan karsa, yang keseluruhannya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan itulah maka dalam istilah lain manusia dikatakan sebagai makhluk monopluraris atau “wahdatul ‘anasir’” (memiliki banyak unsur dalam satu kesatuan keseluruhan).

  1. 2.    Manusia Memiliki Empat Fungsi
    1. Manusia sebagai makhluk Allah
Manusia merupakan makhluk Allah, ciptaan Allah, dan secara kodrati merupakan makhluk religius atau pengabdi Allah, seperti tercermin dalam sabda Nabi Muhammad saw. Sebagai berikut :
Tiap-tiap orang itu dilahirkan Ibunya atas dasar fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi, apabila kedua orang tuanya itu muslim, jadilah ia muslim. (H.R. Muslim)
Sesuai dengan fitrahnya tersebut, manusia bertugas untuk mengabdi kepada Allah, seperti difirmankan Allah sebagai berikut :
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Q.S. Az Zariyat, 51:56)
  1. Manusia sebagai Makhluk Individu
Secara kodrati setiap manusia merupakan wujud yang khas, yang memiliki pribadi (individu) sendiri, atau memiliki eksistensinya sendiri. Ini antara lain bisa ditafsirkan dari ayat sebagai berikut:
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. (Q.S. Al Qamar, 54:49).
Segala sesuatu yang diciptakan Allah itu mempunyai kadar atau ukuran, dalam arti ukuran atau kadar masing-masing. Maksudnya, selain dalam penciptaan Allah menciptakannya dengan ukuran yang baik (harmonis), tetapi dengan juga kadar kemampuan masing-masing yang berbeda-beda. Berarti setiap sesuatu sebenarnya memiliki perbedaan dengan yang lain, bersifat khas, atau memiliki, “individual differences”. Ini sejalan dengan hadits Nabi yang menyatakan agar berbicara (berkomunikasi) dengan, atau memberi pelajaran kepada orang yang sesuai dengan taraf  kemampuan berfikir yang bersangkutan.


  1. c.    Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Secara kodrati manusia hidup memerlukan bantuan orang lain. Bahkan, manusia baru akan “menjadi manusia” manakala berada di dalam lingkungan dan berhubungan dengan manusia. Dengan kata lain, secara kodrati manusia merupakan makhluk sosial, seperti difirmankan Allah swt sebagai berikut :
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang palinh mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S Al-Hujurat, 49 : 13).

  1. d.    Manusia sebagai makhluk berbudaya
Manusia hidup didalam dan mengelola alam guna keperluan hidupnya. Manusia menciptakan kebudayaan dengan segala unsurnya (ilmu, teknologi, serni dan sebagainya) untuk mampu mengelola alam itu dengan sebaik-baiknya. Manusia, menurut Islam, merupakan “Khalifah di muka bumi” : artinya, manusia berfungsi sebagai pengelola alam dan memakmurkannya. Ini tersurat dan tersirat dari firman Allah sebagai berikut :
Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. (Q. S. Fatir, 35 : 39)

  1. Manusia memilih sifat utama dan hawa nafsu
Manusia dikaruniyai Allah berbagai sifat dan kedudukan yang utama atau mulia, tetapi juga hawa nafsu, seperti difirmankan Allah sebagai berikut :

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya. (Q.S. At-Tin, 95 : 54).

  1. Manusia bertanggung jawab atas perbuatannya
Manusia telah dianugerahi Allah berbagai kemampuan seperti telah disebutkan di muka. Oleh karenanya manusia bertanggung jawab sendiri atas segala apa yang diperbuatnya karena berbagai kemampuan: untuk mendengar seruan Allah, untuk mengamati ayat-ayat Allah dan memikirkannya, dan untuk meresapi, menghayati, menimbang dengan hati nurani kebenaran petunjuk Allah, sehingga mampu membedakan mana yang hak dan mana yang batil.
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya, (Q.S. Al-Isra, 17 : 36).
D.Latar belakang perlunya Bimbingan dan Konseling
Manusia diciptakan dengan jalan yang terbaik ,termulia,tersempuna,dibandingkan dengan mahluk lainnya, tetapi sekaligus memiliki hawa nafsu,lemah,aniaya,terburu nafsu, membantah dan lain-lain,karena manusia dapat terjerumus kedalam lembah kenistaan,kesengsaraan dan kehinaaan.Dengan kata lain,manusia bisa bahagia hidupnya di dunia maupun di akhirat,dan bisa pula sengsara atau tersiksa.
Mengingat berbagai sifat seperti itu ,maka diperlukan adanya upaya untuk menjaga agar manusia tetap menuju kearah yang bahagia,menuju ke citranya yang terbaik ,ke arah “ahsanitaqwim”dan tidak terjerumus ke keadaan yang hina atau ke “asfal safilin” seperti dilukiskan Allah SWT dalam surat At-tin dan surat Al-asr yang dapat dikatakan sebagai latar belakang utama mengapa bimbingan dan konseling Islam itu diperlukan.
Seperti dalam surat At-Tin (4-6) yang artinya Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.Kemudian kami kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya (neraka) ,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh maka bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.
1.Dari Segi Jasmaniah
Karena manusia memiliki unsur jasmaniah atau biologis, manusia memiliki berbagai kebutuhan biologis yang harus dipenuhinya,semisala makan,minum, menghirup udara, berpakaian bertempat tinggal dan sebagainya. Upaya untuk  memenuhi kebutuhan jasmaniah tersebut dapat dilakukan manusia selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah. Itu bisa dilakukan manusia secara sadar maupun tidak.
Dengan keyakinan bahwa ketentuan dan petunjuk Allah pasti akan membawa manusia bahagia,individu yang berbahagia tentulah individu yang mampu hidup selaras dengan ketentuan allah dan petunjuk Allah SWT tersebut termasuk dalam usahanya memenuhi kebutuhan jasmaniah. Tetapi, tidak sama mampu hidup dan memenuhi kebutuhan jasmaninya itu seperti seharusnya, baik karena faktor internal (dari dalam faktor individu itu sendiri ) maupun akibat dari faktor eksternal atau lingkungannya sekitarnya.

Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu,dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu apabila orang-orang yang ditimpa musibah mereka mengucapkan “Innalillahi waina ilaihi rajiun “(Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadanya lah kami kemabali).(QS.AL-baqarah 155-156).
Ayat di atas menunjukkan bahwa kelaparan, kekurangan harta, kekurangan buah-buahan dan sebagainya itu merupakan sesuatu yang wajar terjadi dihadapi manusia, sebagai sesuatu yang berada dalam situasi dan kondisi lingkungan yang bisa terjadi juga karena ulah tangan manusia. Dalam pada itu sifat, sikap dan perbuatan manusia itu sendiri apa yang ditunjukkan Allah SWT sebagai sifat, sikap dan perilaku upaya memenuhi kebutuhan jasmaniah yang tidak selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah. Sebagaimana ayat Al-Quran yang artinya: “Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup manusia di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat yang baik (surga).” (QS. Al-Imran: 14)
Mengingat keadaan manusia serupa itulah maka diperlukan adanya bimbingan dan konseling Islam, agar dalam upaya memenuhi kebutuhan jasmaniahnya itu manusia senantiasa selaras dengan ketentuan dan petunujuk allah SWT.
2. Dari segi rohaniah (psikologis)
Sesuai dengan hakikatnya, manusia memerlukan pula pemenuhan kebutuhan rohaniah dalam arti psikologistik. Seperti telah diketahui, manusia dianugerahi kemampuan rohaniah (psikologis), pendengaran, penglihatan dan kolbu, atau dalam bahasa sehari-hari dikenal dengan kemampuan cita, rasa dan karsa.
Secara luas untuk bisa hidup bahagia, manusia memerlukan keadaan mental psikologis yang baik (selaras dan seimbang).
“Dan aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyeru kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Yusuf:53)
Berdasarkan kenyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan konseling Islami diperlukan untuk membentuk manusia dalam memenuhi kebutuhan psikologisnya dapat senantiasa selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT termasuk mengatasi kondisi psikologis yang membuat seseorang menjadi berada dalam keadaan tidak selaras.

3. Dari sudut individu
Manusia merupakan makhluk individu, dengan kata lain keadaan orang per orang mencakup keadaan jasmaniah dan rohaniah atau psikologisnya bisa membawanya ke kehidupan yang tidak selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT. Ketidaknormalan sosok jasmaniah, ketidakunggulan (tetapi juga kesuperioritaskan) potensi rohaniah, dapat membawa manusia ke kehidupan yang tidak selaras.
4. Dari segi sosial
Selain sebagai makhluk individual, manusia juga termasuk makhluk sosial yang senantiasa berhubungan dengan manusia lain dalam kehidupan kemasyarakatan. Semakin modern kehidupan manusia, semakin kompleks tatanan kehidupan yang harus dihadapi manusia. Manusia bisa saling memaksakkan kehendak, bertikai, bahkan berperang dan saling membunuh.
“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya”>.(QS. Yunus: 99)
5. Dari segi budaya
Manusia hidup dalam lingkungan fisik dan sosial. Semakin maju tingkat kehidupan, manusia harus berupaya terus meningkatkan berbagai perangkat kebudayaan dan peradabannya. Ilmu dan teknologi dikembangkan untuk memperoleh kebahagiaan hidup yang sebaik-baiknya, kendati kerap kali makna kebahagiaan yang dicari seringkali salah, tidak selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT.
Manusia harus membudayakan alam sekitarnya untuk keperluan hdiupnya, biologis maupun spiritual. Dalam mengelola atau memanfaatkan alam sekitarnya ini manusia kerap kali berlaku rakus, serakah, tidak memperhatikan kepentingan orang lain dan kelestarian alam, yang pada dasarnya akan menjadikan dirinya sendiri pun terkena akibat negatifnya tanpa disadarinya atau pura-pura tidak disadarinya.
“Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta”. (QS. Al-‘Adiyat:8)
6. Dari segi agama
Agama merupakan wahyu Allah, wahyu Allah itu benar, tetapi dalam penafsirannya bisa terjadi banyak perbedaan antara berbagai ulama sehingga muncul masalah-masalah khilafiyah ini kerap kali bukan saja menimbulkan konflik sosial tetapi juga menimbulkan konflik batin dalam diri seseorang yang dapat memnggoyahkan kehidupan dan keimanannya. Konflik-konflik batin dalam manusia yang berkenaan dengan ajaran agama Islam maupun lainnya banyak ragamnya, oleh karenanya diperlukan selalu adanya bimbingan dan konseling Islami yang memberikan bimbingan kehidupan keagamaan kepada individu agar mencapai kehidupan yang bahagia di dunia dan di akhirat.
“Apakah manusia itu mengira bahwa dibiarkan saja mengatakan: kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi”. (QS. Al-‘Ankabut:2)
E. Asas-asas Bimbingan dan Konseling Islami
Bimbingan dan konseling Islami itu berlandaskan terutama dalam Al-Quran dan hadits ditambah dengan berbagai landasan filosofis dan landasan keimanan.
1. Asas-asas kebahagiaan dunia dan akhirat
Bimbingan dan konseling Islami tujuannya adalah membantu klien atau konseli, yakni orang yang dibimbing, mencapai kebahagiaan hidup yang senantiasa didambakan oleh setiap muslim.
“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Al-Baqarah:201).
2. Asas fitrah
Bimbingan dan konseling Islami merupakan bantuan kepada klien atau konseli untuk mengenal, memahami dan menghayati fitrahnya, sehingga segala gerak tingkah laku dan tindaknya sejalan dengan fitrahnya tersebut. Manusia menurut Islam, dilahirkan dalam dengan keadaan fitrah yaitu berbagai kemampuan potensial bawaan dan kecenderungan sebagai muslim atau beragama Islam. Bimbingan dan konseling membantu klien atau konseli untuk mengenal dan memahami fitrahnya itu, atau mengenal kembali fitrahnya tersebut manakala pernah tersesat serta menghayatinya, sehingga dengan demikian akan mampu mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat karena bertingkah laku sesuai dengan fitrahnya itu. Seperti hadit: “Setiap manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan fitrah, maka kemudian ayah ibunya menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Dan jika ayah dan ibunya itu seorang muslim, maka jadilah si anak seorang muslim”. (HR. Muslim)
3. Asas Lillaahi ta’ala
Bimbingan dan konseling Islami diselenggarakan semata-mata karena Allah. Konsekuensi dari asas ini berarti pembimbing melakuakan tugasnya dengan penuh keikhlasan tanpa pamrih, sementara yang dibimbing pun menerima atau meminta bimbingan atau konseling dengan ikhlas dan rela karena semua pihak merasa semua yang dilakukan adalah karena untuk pengabdian kepada Allah semata, sesuai dengan fungsi dan tugasnya sebagai makhluk Allah yang harus senantiasa mengabdi pada-Nya.
”Katakanlah: Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”. (QS.Al-An’am:162)
4. Asas bimbingan seumur hidup
Manusia hidup betapa pun tidak akan yang sempurna dan selalu bahagia. Dalam kehidupannya mungkin saja manusia akan menjumpai berbagai kesulitan dan kesusahan. Oleh karena itulah maka bimbingan dan konseling Islami diperlukan selama hayat masih di kandung badan.
“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam”. (HR. Ibnu Abdulbar dari Anas)
5. Asas kesatuan jasmaniah rohaniah
Manusia itu dalam hidupnya di dunia merupakan satu kesatuan jasmaniah rohaniah. Bimbingan dan konseling Islami memperlakukan kliennya sebagai makhluk jasmaniah rohaniah, tidak memandangnya sebagi makhluk biologis semata, atau makhluk rohaniah semata. Bimbingan dan konseling Islami membantu individu untuk hidup dalam keseimbangan jasmaniah rohaniah tersebut.
“Hampir-hampir kekafiran itu membawa ke dalam kekufuran”. (HR.Abu Na’im dari Anas)
6. Asas keseimbangan rohaniah
Rohani manusia memiliki unsur daya kemampuan pikir, merasakan atau menghayati dan kehendak atau hawa nafsu, serta juga akal. Kemampuan ini merupakan sisi lain kemampuan fundamental potensial untnuk mengetahui, memperhatikan, menganalisis, dan menghayati. Orang yang dibimbing diajak untuk menginternalisasikan norma dengan mempergunakan semua kemampuan rohaniah potensialnya tersebut bukan cuma mengikuti hawa nafsu semata.
7. Asas kemaujudan individiu
Bimbingan dan konseling Islami, berlangsung pada citra manusia menurut Islam, memandang seseorang individu merupakan suatu maujud (eksistensi) tersendiri. Individu mempunyai hak, mempunyai perbedaan individiu dari yang lainnya dan mempunyai kemerdekaan pribadi sebagai konsekuensi dari haknya dan kemampua fundamental potensial rohaniahnya.
“Tidaklah engkau berbicara dengan sutau kaum tentang suatu pembicaraan yang di luar kemampuan akal mereka, keculai hal tersebut akan menimbulkan fitnah”. (HR. Muslim)
8. Asas sosialitas manusia
Manusia merupakan makhluk sosial, pergaulan, cinta kasih, rasa aman, penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain, rasa memilik dan dimiliki, semuanya merupakan aspek-aspek yang diperhatikna di dalam bimbingan dan konseling Islami, karena merupakan ciri hakiki manusia.
9. Asas kekhalifahan manusia
Manusia menurut Islam, diberi kedudukan yang tinggi sekaligus tanggung jawab yang besar, yaitu sebagai pengelola alam semesta. Dengan kata lain, manusia dipandang sebagai makhluk berbudaya yang mengelola alam sekitar sebaik-baiknya. Sebagai khalifah, manusia harus memelihara keseimbangan ekosistem, sebab problem-problem kehidupan kerap kali muncul dari ketidakseimbangan ekosistem tersebut yang diperbuat oleh manusia itu sendiri. Bimibingandan fungsinya tersebut untuk kebahagiaan dirinya dan umat manusia. Kedudukan manusia sebagai khalifah itu dalam keseimbangan dengan kedudukannya sebagai makhluk Allah yang harus mengabdi pada-Nya. Dengan demikian, jika memiliki kedudukan tidak akan memperturutka hawa nafsu semata.
10. Asas keselarasan dan keadilan
Islam menghendaki keharmonisan, keselarasan, keseimbangan, keserasian dalam segala segi. Dengan kata lain, Islam menghendaki manusia berlaku adil terhadap haknya dirinya sendiri, hak orang lain, hak alam semesta dan juga hak Tuhan. Salah satu hadits juga menyiratkan keharusan adanya keseimbangan atau keharmonisan yaitu yang artinya: “Sebaik-baik perkara itu yang tengah-tengahnya”.
11. Asas pembinaan akhlaqul karimah
Manusia menurut pandangan Islam, memiliki sifat-sifat yang baik sekaligus mempunyai sifat-sifat lemah. Sifat-sifat yang baik merupakan sifat yang dikembangkan oleh bimbingan dan konseling Islami. Bimbingan dan konseling Islami membantu klien atau yang dibimbing, memelihara, mengembangkan, menyempurnakan sifat-sifat yang baik tersebut. Sejalan dengan tugas dan fungsi Rasulullah diutus oleh AllahSWT seperti disebutkan dalam salah satu haditsnya, yang artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia”. (HR. Ahmad dan Thabrani dari Abu Hurairah)
Setiap manusia memerlukan cinta kasih dan rasa sayang dari orang lain. Rasa kasih sayang ini dapat mengalahkan dan menundukkan banyak hal. Bimbingan dan konseling Islami dilakukan dengan berlandaskan kasih dan sayang, sebab dengan kasi sayanglah bimbingan dan konseling akan berhasil.
12. Asas saling menghargai dan menghormati
Dalam bimbingan dan konseling Islami kedudukan pembimbing atau konselor dengan yang dibimbing atau klien pada dasarnya sama atau sederajat, perbedaannya terletak pada fungsinya saja, yakni pihak yang satu memberikan bantuan dan yang satu memberikan bantuan. Hubungan yang terjalin antara pihak pembimbing dengan yang dibimbing merupakan hubungan yang saling menghormati sesuai dengan kedudukan masing-masing sebagai makhluk Allah.
“Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu denga yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah memperhitiungkan segala sesuatu”. (QS. An-Nisa:86)
14. Asas musyawarah
Bimbingan dan konseling Islam dilakukan dengan asas musyawarah artinya antara pembimbing konselor dengan yang dibimbing atau klien terjadi dialog yang baik, satu sama lain tidak saling mendiktekan, tidak ada perasaan tertekan dan keingina tertekan.
15. Asas keahlian
Bimbingan dan konseling Islami dilakukan oleh orang-orang yang memang memiliki keahlian di bidang tersebut, baik keahlian dalam metodologi, dan teknik-teknik bimbingan dan konseling, maupun dalam bidang yang menjdai permasalahan objek garapan atau materi bimbingan dan konseling.
“Jika sesuatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggu sajalah saat kehancurannya”. (HR. Bukhari)
F. Tujuan Bimbingan dan Konseling Islami
Secara garis besar atau secara umum, tujuan bimbingan dan konseling Islami itu dapat dirumuskan sebagai “membantu individu mewujudkan dirinya sebagai manusia seutuhnya agar mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat”.
http://tantinurainulfiani.wordpress.com/bimbingan/bimbingan-dan-konseling-islam/

Ciri-Ciri penulis Sukses


Apakah tiga ciri-ciri penulis yang sukses itu?
1. Rajin PRAKTEK. Tak ada penulis sukses yang tak pernah PRAKTEK. Semuanya suka PRAKTEK menulis! Penulis sukses ditempa oleh pengalaman berkat PRAKTEK yang mereka lakukan. Sekalipun anda dianugerahi talenta menulis yang luar biasa, anda tetap butuh PRAKTEK.
Malcolm Gladwell pernah menulis dalam bukunya, Outliers, bahwa kunci untuk sukses di segala bidang, termasuk dalam menulis, tak lain adalah PRAKTEK. Dia sampai membuat “Hukum 10 Ribu Jam”. Inti dari hukum ini adalah anjuran untuk mempraktekkan bidang yang kita minati sampai 10 ribu jam untuk sukses di dalamnya.
2. Do More. Sekalipun ada istilah “kerja cerdas”, namun kebanyakan penulis sukses yang saya tahu biasanya juga kerja lebih keras dan kerja lebih banyak alias do more. Mereka bekerja jauh lebih banyak dan lebih sibuk dibanding kebanyakan penulis biasa. Hal ini wajar terjadi sebab mungkin mereka sudah sangat paham dengan kata bijak berikut ini: Bila anda menginginkan lebih, maka lakukanlah yang lebih (If you want more, you must do more).
3. Rakus ilmu. Ciri penulis sukses berikutnya adalah rakus ilmu. Ia tidak mudah berpuas diri dengan ilmu yang dimilikinya. Satu ilmu dapat, ia rencanakan untuk mendapatkan ilmu lainnya yang lebih inspiratif yang lebih mengena untuk minat dan bakatnya. Ia tidak puas dengan hanya menguasai sedikit ilmu, ia ingin memiliki banyak ilmu. Dalam hal ini, ucapan Steve Jobs sangat cocok untuk dipraktekkan: “stay foolish, stay hungry”. Artinya, tetap merasa bodoh dan tetaplah merasa lapar.
www.caramenulisbuku.com

Jenis Kelompok dalam Konseling


1. Kelompok Terapi (Therapy Groups)
Target kelompok terapi ini adalah anak-anak yang didiagnosis menderita gangguan kesehatan mental sehingga sangat bermanfaat bagi anak-anak penderita kesulitan emosional yang berat dan/atau mengalami gangguan psikiatris. Tujuan kelompok ini yaitu berusaha mengurangi gejala-gejala atau masalah-masalah tertentu (misalnya depresi atau kecemasan) yang fokus pada pengidentifikasian dan penanganan kesulitan-kesulitan emosional dan/atau kesulitan-kesulitan psikologis yang secara serius mengganggu masalah-masalah perkembangan dan sosial anak. Kelompok terapi ini bersifat memperbaiki, membantu meningkatkan penyesuaian diri pribadi dan bersifat rekonstruktif.
2. Kelompok Konseling (Counseling Groups)

Kelompok konseling berfokus pada eksplorasi dan resulusi terhadap masalah-masalah yang mengganggu, sehingga individu yang terlibat bisa memodifikasi keyakinan, sikap-sikap, serta perilaku-perilaku mereka. Kelompok konseling ini juga sangat bermanfaat mencegah masalah-masalah perkembangan. Para partisipan mempunyai kesempatan melakukan sharing atas pengalaman, pemikiran, dan perasaan-perasaan pribadi mereka.
Kelompok ini juga mendapat dukungan, dorongan dan umpan balik yang ada kaitannya dengan berbagai masalah, perilaku, keyakinan dan sikap mereka, sehingga para anggota bisa menemukan lebih banyak hal dalam diri mereka dan menyadari bahwa mereka mempunyai lebih banyak pilihan ketimbang yang mereka pikirkan sebelumnya dalam kaitannya dengan perubahan perilaku dan sikap mereka.

3. Kelompok Psiko-Edukasional (Psycho-Educational Groups)
  
Kelompok psiko-edukasional merupakan salah satu atau atau bahkan kedua dari hal-hal berikut.
a. Kelompok yang bertujuan mengubah respons perilaku dan emosional dengan mengeksplor nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan serta mengerjakan cara-cara berpikir dan berperilaku yang baru.
b. Kelompok yang orientasi utamanya pada pencegahan dengan membantu individu menghindari berkembangnya masalah, atau mempelajari strategi megatasi situasi masa depan yang akan mungkin akan memunculkan banyak kesulitan.
Kelompok psiko-edukasional memberi kesempatan untuk membantu undividu belajar dan mengembangkan konstruk-konstruk yang sehat, dan konsekuensinya mengubah sikap-sikap dan perilaku-perilaku mereka sehingga menghindari berlanjutnya dan/atau berkembangnya masalah-masalah yang kurang perlu.
Proses belajar melibatkan interaksi kelompok dengan anggota-anggota kelompok dengan cara melakukan sharing dan mendiskusikan berbagai pemikiran, perasaan, pengalaman, perilaku, keyakinan dan nilai, khususnya jika masalah-masalah ini berkaitan erat dengan topic-topik yang relevan.

4. Kelompok Pertumbuhan Pribadi (Personal Growth Groups)
 
Kelompok pertumbuhan pribadi dimaksudkan untuk membantu anak-anak yang perkembangannya tidak dikompromikan dengan kondisi stress, cemas atau gangguan kesehatan mental. Tujuannya adalah mengembangkan fungsi intrapersonal dan interpersonal anak-anak. Dalam kelompok pertumbuhan pribadi ini biasanya ada suatu penekanan yang kuat pada pengintegrasian berbagai nilai, keyakinan dan sikap sosial, spiritual dan moral yang bersifat positif. Hasil yang diharapkan adalah menjadikan anak-anak mampu mengidentifikasi, menilai dan memperluas berbagai kemampuan, kekuatan, dan keterampilan personal mereka.

5. Kelompok Dukungan (Support Groups)
Sebutan kelompok dukungan mengimplikasikan bahwa kelompok tersebut dijalankan dengan tujuan untuk memberi dukungan. Meski tujuan utama memberikan dukungan, kelompok ini biasanya menghasilkan perubahan emosional, kognitif dan perilaku anak-anak yang dilibatkannya.
Kelompok dukungan biasanya menetapkan kelompok anak-anak yang tengah mengalami tantangan kehidupan yang sama. Tujuan utama kelompok dukungan ini yaitu meminimalisasi kondisi stress melalui dukungan bersama dan di-sharing-kannya pemanfaatan strategi, informasi, dan kepercayaan diri (O’Rourke dan Worzbyt dalam Geldard, K dan Geldard, D, 2012:35)

6. Kelompok Keterampilan Perkembangan (Developmental Skills Groups)


Kelompok keterampilan perkembangan dibentuk untuk anak-anak yang perkembangan tertunda dan/atau mengalami disfungsional. Kelompok ini menargetkan anak-anak yang terbelakang seperti cara bicara dan bahasa atau permainan, dan juga target dari kelompok ini yanitu anak-anak yang menderita disabilitas perkembangan yang umum. Sasaran utama kelompok keterampilan yaitu meraih kompetensi sosial dan penguasaan tugas dalam suatu cara yang interaktif.

Daftar Rujukan: Geldard, K & Geldard, D. 2013. Menangani Anak dalam Kelompok. Terjemahan Tony Setiawan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


Sumber: http://counselingcare.blogspot.com/2013/08/jenis-jenis-kelompok-dalam-konseling.html

PP tentang Bimbingan dan Konseling

Beberapa peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah terkait dengan Bimbingan dan Konseling . Antara lain sebagai berikut :

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dimana dalam UU sisdiknas disampaikan pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya dan menegaskan bahwa konselor adalah pendidik. Selain itu dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa paradigm pembiasaan yang harus dibangun adalah pemberian keteladanan, pembangunan kemauan dan pengembangan kreativitas dalam konteks kehidupan sosial kultural sekolah. Dan Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana.
  2. UU No.14/2005 tentang Guru dan Dosen yang secara eksplisit menekankan perlunya profesionalisme kedua jenis pendidikan itu. Dalam undang-undang ini konselor belum diposisikan, kecuali hanya disebutkan kembali sehubungan dengan jenis-jenis tenaga pendidik.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional pendidikan, mengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan harus menyusun kurikulum yang disebut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP. Pada penerapan KTSP, Guru Bimbingan Konseling di sekolah memberikan pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam memfasilitasi “Pengembangan Diri” siswa sesuai minat, bakat serta mempertimbangkan tahapan tugas perkembangannya. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu pada standar isi, standar proses, standar kompetensi, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian.
  4. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi yang didalamnya memuat struktur kurikulum, telah mempertajam perlunya disusun dan dilaksanakannya program pengembangan diri yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.
  5. Permendiknas Nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses pendidikan dimana setiap sekolah dasar dan menengah harus mengadakan perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan ppengawasan proses pembelajaran.
  6. Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 dirumuskan SKL yang harus dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran bidang studi, maka kompetensi peserta didik yang harus dikembangkan melalui pelayanan bimbingan dan konseling adalah kompetensi kemandirian untuk mewujudkan diri (self actualization) dan pengembangan kapasitasnya (capacity development) yag dapat mendukung pencapaian kompetensi lulusan. Sebaliknya, kesuksesan peserta didik dalam mencapai SKL akan secara signifikan menunjang terwujudnya pengembangan kemandirian.
  7. Permendiknas 27 tahun 2008 Tentang standar kulaifikasi akademik dan kopetensi konselor. Setiap satuan pendidikan wajib mempekerjakan konselor yang memiliki standar kualifikasi akademik dan kopetensi konselor yang berlaku secara nasional.
  8. Peremendiknas no 24 tahun 2007 Tentang standar sarana prasarana dimana disebutkan sekolah secara standar sarana prasarana harus memiliki ruang konseling dengan luas minimum 9 M persegi.
  9. Permendiknas no 19 tahun 2007. Tentang standar pengelolaan dimana sekolah harus memiliki rencana kerja sekolah (RKS). Yang disana terdapat program pengembangan diri yang mencakup tugas pelayanan bimbingan dan konseling
  10. PP no 48 tahun 2008 Tentang standar pembiayaan pendidikan. Tentang standar pembiayaan pelaksanaan bimbingan dan konseling
  11. Permendiknas no 20 tahun 2007 Tentang standar penilaian pendidikan. Tentang standar pelaksanaan penilaian di dalam pendidikan dimana konselor juga merupakan pendidik.
  12. Permendiknas No. 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/ Madrasah yang mengisyaratkan adanya pembinaan dari pengawas terhadap layanan bimbingan dan konseling.
  13. PP No. 74 Tahun 2008 Tentang Guru, yang mencantumkan beban kerja guru bimbingan dan konseling / konselor.
  14. Permendiknas No. 16 Tahun 2009, tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya .yang menyebutkan konselor juga sebagai guru, menangani 150 siswa dan tugas guru BK.
  15. Permendikbud No.18.A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum. Pada lampiran IV Permen ini menjelaskan secara detail tentang implementasi penyelenggaraan BK di sekolah seperti jenis pelayanan, format layanan, kewajiban masuk kelas 2 jam per/minggu/rombongan belajar dsbnya.

TAHUN BARU WAKTU BERLALU


Tahun berganti , detik waktu berlalu, setiap hembusan nafas, kedipan mata kita mengarahkan kita menuju pada titik waktu kematian kita.

Waktu mengajarkan kita untuk terus semangat memperbaiki diri
Waktu mengajarkan kita pentingnya mengambil kesempatan/peluang beramal  
apalah artinya waktu berlalu kita tidak berubah menjadi lebih baik 
Waktu berlalu mengajarkan kita untuk selalu waspada
Kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yang tersedia

Tahun Baru Waktu berlalu jatah umur kita berkurang, kematian pasti akan dialami oleh setiap orang.

"Katakan lah .. Wahai orang2 kafir .. aku tidak akan (ikut2an) menyembah apa yg kalian sembah .. dan kalianpun (selama kalian kafir) bukan penyembah menyembah apa yg aku sembah .. pantang bagiku menjadi penyembah apa yg kalian sembah .. sebagaimana kalianpun tidak pernah menjadi penyembah tuhan yg aku sembah .. maka untukku agamaku dan untukmu agamamu ..
(QS. Al-kafiruun:1-6)


  Renungan Akhir Tahun
(Abdullah Muadz)
       "Setiap tahun berganti berarti umur berkurang. Bagi akal dan jiwa yang sehat jika umur dikurangi tentu akan bersedih, merenung, introspeksi, evaluasi, prihatin serta lebih berhati-hati dalam melangkah. Sangat aneh jika seseorang yang tahu umurnya berkurang malah kegirangan, jingkrak-jingkrak, jogged-joged, meniup trompet sambil bakar kembang api.  Kalau perlu kita periksa kesehatan akal dan jiwa, sehingga selalu terjaga dari segala perbuatan dan tindakan yang irrasional."
Allah berfirman :
“ Janganlah kamu ikut-ikutan  terhadap segala sesuatu yang belum kamu miliki pengetahuannya, karena sesungguhnya pendengaran, penghlihatan dan hati  akan diminta pertanggung jawabannya..
                                                                                                       ( Q.S. Al-Isra’ (17) ayat : 36 )

     Ada beberapa hal yang menjadi bahan renungan setiap mengakhiri tahun, agar kita mampu mempertanggung jawabkan akal fikiran serta jiwa kita dihadapan Allah SWT.

Pertama,
        Allah SWT senantiasa menyuruh kita berbuat dan bertindak Rasional, mengembangkan kreatifitas positif. Segudang kalimat perintah untuk mengaktifkan akal fikiran kita dalam Al-Qur’an bisa kita jumpai, misalnya “apakah mereka tidak berfikir”,  “ apakah kamu tidak memakai otak” , “ apakah kamu tidak memperhatikan”, “ apakah kamu tidak mentadabburkan” , “ apakah kamu tidak berjalan dimuka bumi kemudian perhatikan “ dan sebagainya.

        Prilaku Irrasional yang bertentangan dengan akal dan jiwa yang sehat,  tetapi jika dikemas sedemikian rupa dengan gebyar iklannya serta dilakukan banyak orang, bisa mematikan akal sehat. Sekedar contoh mengekspresikan kegembiraan lulus sekolah dengan corat-coret baju, jelas-jelas irrasional dan jaka sembung naik ojek. Faktanya dilakukan oleh hampir seluruh siswa, bahkan ada oknum guru yang ikut menandatangi di baju muridnya dengan spidol. Begitu juga kalo ada orang dewasa meniup lilin pada kue ulang tahun, kemudian diberikan tepuk tangan..? dimana hebatnya, ? biasanya tepuk tangan mengiringi prestasi, terus hebatnya dimana orang dewasa niup lilin..? kalo dijadikan symbol batas bertambahnya usia, lalu apa hubungannya batas usia dengan lilin..? nahloh makin banyak kebingungan jika kita mau bertanya kepada akal dan jiwa yang sehat.

        Sebentar lagi kita akan menyaksikan dipenghujung akhir tahun tengah malam orang-orang yang secara masal melakukan perbuatan dan tindakan irrasional, mulai dari jingkrak-jingkrak, menyanyi, berjoged, bakar kembang api, trek-trekan, konvoi malam, sampai kepada pergaulan bebas. Saat itu akal dan jiwa yang sehat semakin terkekang karena gebyar malam tahun baru didukung oleh media informasi yang sedemikian meriahnya. Jika akal dan fikiran sehat sudah terkekang maka yang terjadi adalah nafsu semakin liar, buas, ganas, semakin tak terkendali. Larisnya berbagai macam merek Kondom satu indikator bahwa perayaan malam tahun baru adalah malam mengumbar nafsu.

Kedua,
          Allah SWT telah menjadikan kita makhluq yang paling sempurna (Q.S Attiin (95) ayat : 1 ), Makhluq paling mulai serta dilebihkan dari semua makhluk yang lain (Q.S Al-Isra’ (17) ayat 70 ), serta memberi kedudukan manusia sebagai Khalifatullah fil Ardh ( Q.S Al-Baqarah(2)   ayat : 30). Diantara keistimewaan yang diberikan kepada manusia lagi lagi Akal dan fikiran. Dengan akal dan fikiran ini  manusia menjadi makhluq yang berbudaya, makhluq yang berkembang, makhluq yang mempunyai Visi , misi serta orientasi serta tujuan hidup yang sangat jauh berbeda dengan binatang.

          Aktifitas hari-hari binatang adalah makan, tidur, kawin, buang air terus beranak, anaknya bisa makan lagi, tidur, kawin, buang air dan seterusnya. Apabila akal fikiran manusia tidak dikembangkan untuk menjaga visi, misi serta orientasi yang jelas berbeda, maka fungsinya hanya akan berkembang untuk mempercanggih sarana aktifitas kehewanan, budayanya berkembang hanya untuk melengkapi serta memfasilitasi nafsu hewannya, makan dengan piring, tidur dengan kasur, buang air dengan toilet dan seterusnya, tujuannya tetap sama makan, tidur, kawin, buang air, beranak, anaknya bisa makan, tidur, kawin, buang air dan seterusnya .

Allah SWT berfirman :
     “Orang-orang kafir kerjanya Cuma bisa bersenang-senang, dan mereka hanya memikirkan makan dan minum persis sama dengan makan dan minumnya hewan…                                            (Q.S. Muhammad(47) ayat : 12 )

         Menjaga harga diri kita sebagai manusia, berarti menjaga akal dan fikiran kita agar tidak terkekang oleh hawa nafsu, agar terpelihara dari segala tindakan dan aktifitas yang tidak masuk akal, agar kita melangkah dengan penuh kepastian, agar kita mampu menatap masa depan dengan tajam sampai ke negeri akhirat, agar kita tidak melakukan aktifitas dan tindakan murahan, amoral serta harus berbeda dengan binatang dan makhluq lainnya. Mudah-mudahan main Facebook nya kita juga bukan hanya mencari kesenangan dan kenikmatan.
.
Ketiga
         Allah SWT, menyuruh kita agar memelihara dari segala perkataan dan perbuatan jangan sampai ada yang sia-sia (Q.S Al-Mu’minuun(23) ayat : 3 ). Ukuran perbuatan seseorang itu sia-sia atau tidak, sangat jelas, apabila seluruh aktifitas kita dalam rangka zikir dan fikir (dalam arti luas), maka itulah aktifitas yang bermanfa’at (Q.S Ali Imran (3) ayat : 190-191)

         Bagaimana jika suatu acara terdapat pemandangan mengumbar aurat, goyang bokong, syair serta lirik lagu-lagu murahan, sperti goyang dombret, wakuncar, kucing garong, bang toyyib, sms dan sebagainya, lawakan tidak berbobot... jadi sering kali bukan saja acaranya sia-sia, tetapi sudah banyak unsur kamaksiatannya. Padahal ciri masyarakat modern adalah sangat menghargai waktu, mereka akan sangat sensitive terhadap segala aktifitas yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Income.

        Percayalah tidak akan bisa membawa ketenangan dan kebahagiaan yang hakiki jika hanya memenuhi keinginan nafsu. Yang ada cuma kesenangan dan kenikmatan, semakin dipenuhi semakin haus, semakin menuntut, tak akan berakhir, tak berujung, tak akan puas, kalaupun terjadi kepuasan itu hanya ada pada detk-detik pertama saja selanjutnya akan muncul tuntutan yang jauuuh... lebih besar lagi.. Begitulah sifat nafsu manusia.

Keempat :
         Terjadi pemborosan/mubazzir yang luar biasa, dengan segala atribut dan perlengkapan termasuk pembakaran kembang api besar-besaran. Allah SWT berfirman bahwa Mubazzir/Pemborosan itu adalah saudaranya syaithan. Dan syaithan itu selalu mengajak ke Neraka. (Q.S Al-Israa’ (17) ayat : 27). Pemborosan yang paling besar dan banyak adalah kerugian  Sumber Daya Manusia, berupa  menghambur-hamburkan waktu, tenaga, fikiran, perasaan dengan rela menuggu sampai tengah malam hanya untuk pesta-pesta, menyanyi, jingkrak-jingkrak, jogged, meniup trompet, bakar kembang api dan sebagainya.

         Sekian banyak orang terlibat dari rakyat jelata sampai para pemimpinnya, menampilkan gaya hidup jetset, gelamor, hedonis, seolah-olah Negara kita sudah makmur dan maju. Padahal fakta berbicara sebaliknya, bahwa Negara dalam keadaan kere, pengangguran semakin banyak, pengamen dan pengemis bertambah sesak, yang tidur di tenda pengungsian belum dapat rumah, gembel, gelandangan ada dimana-mana, belum lagi yang makan nasi aking, gaplek semakin biasa. Sementara hutang Negara semaking bertumpuk, rakyat banyak yang pada ngamuk, kerusuhan terjadi dimana-mana, bencana alam datang silih berganti, dan seterusnya.

        Belum lagi pemborosan material, berupa penghamburan uang untuk membeli atribut, perlengkapan, serta sarana hiburan yang digelar dimalam harinya, tak terhingga jumlahnya, catatan impor bahan-bahan untuk kembang api saja  menunjukan angka yang sangat fantastis, sekaligus ironis. Satu sisi Negara kita sedang dalam keadaan terpuruk, miskin, kere, sisi lain gaya hdup masyarakatnya tidak menunjukan hal demikian.

        Terjadi kesenjangan yang semakin melebar. Ada yang dengan mudahnya mengluarkan uang sekian besar hanya untuk hura-hura, ada kehidupannya semakin tercekik, terhimpit dan semakin sempit tinggal menunggu ajal dari langit. Hati semakin keras, hilang rasa sensitive, bantuan-bantuan bencana hanya menjadi lift servis atau komoditas politik untuk menarik simpatik, tetapi tidak pernah tuntas penyelesaiannya. Bahkan tega-teganya masih ada yang berani menilep dana bantuan.

Kelima :
         Sudah menjadi “Pengetahuan Umum” bahwa malam tahun baru dan valentine day adalah malam yang paling laris penjualan peralatan Sex. Memang tidak semuanya orang melakukan kebebasan seks malam tahun baru, tetapi kalau tidak kita antisipasi dari sekarang, kejadiannya akan bisa sama dengan corat-coret baju ketika lulus ujian, awalnya memang dianggap aneh, tetapi lama-lama kelamaan sekarang menjadi lumrah, bahkan seolah menjadi ceremony wajib bagi yang lulus ujian.

         Begitulah kehebatan syaithan menggiring manusia dalam menciptakan budaya maksiat. Di salah satu sudut kota Sidney setiap tahunnya ada festival homo sedunia, orang homo bisa melakukan apa saja, dimana saja di sekitar sudut kota tersebut. Jadi perbuatan segila apapun, sejijik bagaimanapun kalau terus-menerus diiklankan dengan gebyarnya, maka nanti akan menjadi biasa dan lumrah.

        Syaithan punya strategi secara bertahap, kalau sekarang belum semua melakukan, paling tidak opini umum terbentuk lebih dahulu, bahwa dibalik acara tahun baru ada acara kebebasan yang sangat menyenangkan dan penuh kenikmatan biologis. Lama-lama kelaman akan bisa sama seperti di Negara-negara lainnya, kebebasan tanpa batas. Nauzubillah min zaalik

        Mudah-mudahan kita masih punya akal sehat, jiwa  bersih, fikiran  kritis, sehingga kita mampu menangkap fenomena dan fakta apa yang sedang terjadi sesungguhnya. Mudah mudahan pula kita masih punya kekuatan untuk bisa berkorban apa saja dari segala yang kita miliki, demi keutuhan rumah tangga dan keselamatan anak-anak kita. Amiiien…



PMB As Syifa (PENERIMAAN MURID BARU) SMPIT - SMAIT AS SYIFA BOARDING SCHOOL SUBANG JAWA BARAT 2015-2016


Assalaamu 'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.
Penerimaan Murid Baru SMPIT-SMAIT As Syifa Boarding School tahun Pelajaran 2015-2016
 Persyaratan Pendaftaran PMB 2015/2016

  • Beragama Islam
  • Menyiapkan dokumen :
  • Pas foto berwarna, 3×4, 2 lembar (bukan foto seluruh badan)
  • Fotocopy Kartu/Surat Keterangan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional), 1 lembar
  • Fotocopy Akte Kelahiran, 1 lembar
  • Fotocopy Kartu Keluarga, 1 lembar
  • Rapor 5 semester, masing-masing 1 rangkap
  • SMPIT : Kelas 4 – 5 (semester 1-4), dan Kelas 6 semester 1
  • SMAIT : Kelas 8 -9 (semester 1-5)
  • Untuk Jalur Prestasi Melampirkan Fotocopy Sertifikat/Piagam Penghargaan
  • Mengisi formulir registrasi secara online
  • Mengisi quesioner orang tua/wali secara online
  • Bersedia mematuhi dan mengikuti prosedur seleksi dengan membuat Surat Pernyataan Mematuhi Prosedur Seleksi PMB As-Syifa Boarding School
  • Membayar uang pendaftaran Rp 260.000,- dengan cara ditransfer ke :
Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Subang No. Rek. 7088888558 a/n PMB As-Syifa Boarding School
Sekretariat Panitia PMB
* Aula Umar bin Khaththab (Area SMAIT Putra) – As-Syifa Boarding School,
Jl. Raya Subang-Bandung KM 12, Tambakmekar,  Jalancagak, Subang.
* Kontak person :
– 0813 2131 0454 – Muflih
– 0852 2000 6904 – Nurul Ichsan
– 0813 2131 0442 – Khaerudin
– 0878 2802 0566 – Tis’atuzzahro
– 0857 5967 4868 – Rini Astriani
– 0857 2366 1478 – Mulyono
– 0823 1682 8794 – Joang Peby Bramingga
* Fax. (0260) 472494, (0260) 471353
* Email : registrasi@assyifa.net

info lebih lengkap dan registrasi online silahkan kunjungi link ini  : pmb.assyifa-boardingschool.sch.idPenjelasan daftar dan daftar langsung http://registrasi.assyifa-boardingschool.sch.id/registrasi_pmb/
dan http://pmb.assyifa-boardingschool.sch.id/
Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, shahabat dan seluruh pengikutnya yang senantiasa istiqamah.
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar." (QS. An-Nisaa' : 9)

"Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." (QS. Ali Imran : 38)

"Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh." (QS. Ash-Shaaffaat :100)
Alhamdulillah, Pendaftaran Online Penerimaan Murid Baru (PMB) As-Syifa Boarding School untuk tahun pelajaran 2014-2015 kami buka mulai hari ini 9 November 2013, 21 hari lebih awal dari rencana sebelumnya (jadwal rutin) 1 Desember 2013. Kami berharap bapak/ibu yang ingin mendaftarankan putra/putri ke SMPIT ataupun SMAIT As-Syifa Boarding School, agar terlebih dahulu mempelajari persyaratan, prosedur, jadwal dan informasi lain yang kami publish/terbitkan di link dibawah ini.
Insya Allah informasi lengkap akan tersedia dan di-update di situs resmi ini.http://pmb.assyifa-boardingschool.sch.id/        daftar langsung .http://registrasi.assyifa-boardingschool.sch.id/registrasi_pmb/
Wassalaamu 'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh. http://registrasi.assyifa-boardingschool.sch.id/registrasi_pmb/

daftar masuk ke As Syifa Boarding School  2014-2015

Nilai Sebuah Kejujuran

Lelaki shalih itu ternyata bernama Arif Sardjono. Seorang ayah dari enam anak dan suami dari seorang istri yang juga shalihah. Subhanallah, begitu kuat keimanan mereka pada Allah. Mungkin kita pernah mendengar kisah tentang seorang lelaki yang ditugaskan untuk bekerja di sebuah kantor perpajakan di bagian pemeriksa keuangan. Sebagaimana pemahaman masyarakat pada umumnya, seringkali melihat "orang pajak" adalah orang kaya, yang berkelimpahan hartanya. Tapi hidup lelaki ini tidak demikian, meski tempatnya bekerja sangat berpotensi untuk mendapatkan itu, karena ia memilih untuk hidup dalam kejujuran. Kisahnya ia mempunyai teman kantor sekaligus atasan yang begitu dekat dengannya dan anak-anaknya. Setiap pekan mereka berdua memancing bersama, dan setiap kali itu pula temannya ini memberikan amplop untuk anak-anaknya. Hingga suatu ketika ia mendapat surat perintah pemeriksaan sebuah perusahaan besar. Dari hasil pemeriksaan itu dia menemukan penyimpangan sangat besar dan luar biasa jumlahnya. Atasannya berpendapat bahwa jika semua penyimpangan ini diungkapkan maka perusahaan ini akan bangkrut dan akan banyak pegawai yang di PHK. Maka, baginya menutupi kebenaran adalah sebuah keputusan yang terbaik. Diantara semua orang kantor yang ikut andil dalam masalah ini, Pak Ariflah satu-satunya yang menolak keputusan ini. Hingga akhirnya atasan ini berkata, "Sudahlah, Dik Arif tidak usah munafik". Pak Arif tentu saja terkaget ketika ternyata diberi tahu bahwa amplop yang setiap pekan selama dua tahun ia terima dari sahabatnya itu ternyata adalah berasal dari uang suap. Bayangkan, dua tahun dalam setiap pekan itu jika rutin artinya 96 kali menerima amplop. Ia lantas pulang dalam keadaan terpukul. Ia menangis dan menceritakan semuanya pada istrinya. Ketika mendengar, lantas istrinya pun bertahmid, karena ternyata amplop-amplop itu masih ia simpan rapi dan belum pernah ia buka satupun, apalagi dipakai, karena ia tidak tahu apa status uang itu. Segera Pak Arif mengambil semuanya dan ia lempar amplop-amplop itu di hadapan kepala kantor dan kepala seksi hingga bertaburan di lantai. Mereka tidak bisa berbicara apapun karena fakta obyektif, bahwa Pak Arif tidak pernah memakai uang yang mereka tuduhkan. Berita seperti ini memang tidak pernah dimediakan dengan begitu gencar seperti dengungan banyak pejabat yang melakukan tindakan korupsi. Barangkali kisah Pak Arif itu hanya salah satu contoh saja diantara sekian orang yang masih mempertahankan kejujuran meski di tengah lingkungan yang tidak mendukungnya untuk jujur. Boleh jadi kita begitu emosi menyaksikan ketidakadilan merajalela. Mungkin kita gusar mendengar kabar koruptor memakan uang rakyat yang pastinya tidak dilakukan oleh para pengemis jalanan. Mungkin juga kita gelisah menyadari bahwa betapa tidak habis-habisnya masalah kemiskinan yang terjadi di negara kita. Bahkan tindakan korupsi seolah menjadi hal yang biasa. Bahkan orang jujurlah yang tersingkir. Mungkin kita telah tiba pada akhir masa, Ya, akhir masa dimana orang-orang beriman seperti terasing, jumlahnya tidak banyak, bahkan hampir tak terlihat. Tapi saudaraku, coba tengoklah diri kita Apakah kita termasuk golongan yang juga mempertahankan kejujuran itu? Marilah kita kembali pada Allah Marilah kita rasakan pengawasan dari Allah Bukankah harta benda, popularitas, riuh tepuk tangan, apalagi sekedar ucapan terimakasih dari manusia itu tidak bernilai apapun dibandingkan dengan syurga-Nya? Mari kita mulai dari hal-hal yang bisa kita lakukan Jika kita adalah seorang pelajar, ketahuilah bahwa Allah melihat kesungguhan kita dalam belajar, tidak perlu mencontek Meski orangtua, guru atau bahkan kepala sekolah langsung yang memerintahkan untuk melihat kunci jawaban ketika ujian nasional tiba misalnya.. Apakah perintah seorang manusia untuk berbuat kecurangan itu lebih didengar daripada seruan Allah untuk berlaku jujur? Marilah kita kembali pada Allah. Meski sulit membayangkan kejujuran di negeri ini akan terwujud, tapi ini adalah suatu hal yang mungkin. Untuk guru-guru di kampus peradaban, terimakasih karena kau telah mengajarkan kami kejujuran... :') Oleh: Aghniya Humaira ( alumni As Syifa Boarding School )

Profil As-Syifa Boarding School - Subang Indonesia (2)

Profil As-Syifa Boarding School - Subang Indonesia (1)


Kenangan bersama murid terbaik



Kenangan bersama murid terbaik...

Bukan hanya murid yang harus belajar, tapi guru juga harus belajar...  belajar dari murid terbaik...

belajar bagaimana bersyukur

belajar bagaimana sayang kepada orangtua

belajar untuk bangkit dan mandiri

belajar bagaimana jujur

belajar bagaimana berkasih sayang kepada sesama

belajar untuk tidak saling merendahkan, mencela, menghina

belajar belajar dan terus belajar

dibalik kelemahan pasti ada kelebihan, 

fokuslah pada kelebihan kita


Zakaria shalih, Indra, Kamil, Deni, Muhammad Rizki, Bagus, Sophie, Dilla, Vina, dll semua muridku.

terima kasih murid ku....engkau telah mengajari gurumu





SMK BALAI PERGURUAN PUTRI
Jl Van Deventer No. 14 Sumur Bandung. Bandung  Jawa Barat

Manusia Penuh Hikmah



Lukman Al Hakim

Lukman Al-hakim hidup pada zaman nabi Daud as. Ia di karuniai umur 1000 tahun, dan sempat hidup beberapa waktu bersama Daud as. Lukman selalu mendampingi serta mendukung Daud dengan kata-kata, perbuatan dan pemikiran yang penuh hikmah. Beberapa riwayat mengatan, Nabi Daud sering bertandang ke kediaman Lukman untuk mendengrakan mutiara-mutiara hikmah yang diberikan Lukman. Bahkan, sebelum Daud diangkat menjadi Nabi, Lukman sering memberikan fatwa-fatwa kepada orang yang memintanya. Namun setelah Daud menjadi Nabi, ia tidak mau lagi berfatwa. Sewaktu ditanya orang mengapa tidak lagi berfatwa, ia menjawab, “Bukankah aku harus merasa cukup, karena benar-benar aku telah dicukupi dengan diutusnya Nabi Daud itu.”
Dari segi fisik, Lukman memang jauh dari rupawan. Malah sebelumnya, ia budak belian yang dimerdekakan. Tetapi semua kekuranaganya itu terhapus oleh kemulian budi dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Hingga Rasulullah SAW sendiri menaruh hormat kepada Lukman. Sebuah hadits diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari ibnu Abbas r.a, bahwa Nabi SAW bersabda. “Hormatilah orang-orang berkulit hitam. Sebab tiga diantara mereka termasuk orang-orang terhomat dari ahli surga, mereka adalah Lukman al-Hakim, an-Najasyi dan Bilal sang Muadzin kita.”
Dilain kesempatan Rasulullah berkata lagi, “Aku berkata dengan sebenarnya bahwa Lukman adalah bukan seorang Nabi. Ia seorang hamba yang dijag Allah Ta’ala. Ia banyak berfikir, berkeyakinan baik, mencintai Allah dan Allah pun mencintainya. Maka Allah menganugrahkan hikmah kepadanya.”
Karena sifat-sifat mulia itulah, tak heran bila banyak orang datang kepadanya untuk meminta nasehat atau sekedar mendengar perkataannya. Suatu ketika seorang laki-laki yang merasa kagum kepadanya menanyakan resep yang dilakukan Lukman. Maka Lukman menjelaskan “Wahai saudaraku, jiak engkau bersedia mendengarkan dan mengambil apa yang aku katakana, niscaya enkaupun akan menjadi seperti aku,” kata Lukman tanpa bermaksud menyombongkan diri.
Sejurus kemudian ia membeberkan resepnya, “Kututup penglihatanku dari memandang sesuatu yang tidak baik, kujaga lisanku dari berkata yang tidak benar, kujaga kesucian makananku dari yang haram, kujaga kemaluanku dari perbuatan yang haram, aku hanya berkata yang benar dan kutepati janjiku. Aku juga selalu memuliakan tamuku, berbuat baik pada tetanggaku dan kutinggalkan  perbuatan yang tidak perlu. Itulah perbuatan yang menjadikanku sebagai mana yang engkau lihat”.

Menerima hikmah

            Dalam kitab Qishashul Anbiya’, Ibnu Ishak menyebutkan awal mula Lukman menerima hikamh.ketika Lukman tidur, terdengar suara memanggil, “Hai Lukman, maukah engkau bila Allah memilihmu sebagai Khalifah (pemegang tertinggi urusan umat) di muka bumi, untuk menegakan keadilan diantara para penghuninya dengan sebenaranya ?”
            Maka ia menjawab panggilan itu dengan berkata, “Jika Allah menyuruh aku memilih, tentulah aku memilih keselamatan dan kebebasan, tidak memilih menghadapi bencana. Tetapi jika Allah memerintahkan agar aku memegang jabatan Khalifah tersebut, aku pun akan tunduk dan patuh menerimanya. Sebab aku yakin manakala Allah telah memerintahkan demikian, niscaya dia akan menolong dan melindungi aku.”
            Maka jibril bertanya, “Mengapa demikian wahai Lukman ?”
            Lukman menjawab, “Ya, karena kepala negara itu betapun Bobrok dan jeleknya, ia senantiasa didatangi orang-orang teraniaya dari berbagai penjuru untuk menuntut keadilan. Jika berbuat benar dalam tindakannya, maka selamatlah ia. Tetapi jika berbuat salah atau keliru, maka ia tersesat dari jalan menuju surga.”
            “Barang siapa di dunia menjadi rakyat biasa, maka itu lebih baik daripada menjadi orang terhormat memangku jabatan. Dan barangsiapa memilih dunia dan menyampingkan akhirat, maka akan luputlah baginya dunia itu dari tangannya dan tiada baginya akhirat.”
            Jibril merasa kagum dengan jawaban Luqman. Maka ketika Luqman tidur nyenyak, selama itu Jibril memberikan hikmah padanya. Setelah bangun dari tidurnya, sejak itulah ia berbicara dengan ungkapan-ungkapan penuh hikmah yang dalam.
            Seusai Luqman menerima hikmah tersebut, lalu giliran Daud mendapat panggilan ghaib menawarkan sebagai Khalifah di bumi seperti yang ditawarkan kepada Luqman sebelumnya. Dan Daud bersedia menerimanya tanpa mengemukakan persyaratan seperti Luqman. Luqman al-Hakim kemudian mendampingi Nabi Daud as dalam pemerintahannya dengan kata-kata hikmahnya.
            Melihat Luqman yang tidak banyak beban tanggung jawab seperti yang dialami Daud maka Daud berkata, “Sungguh bahagia engkau Luqman. Kepadamu diberikan hikmah, maka terhindarlah engkau dari ujian dan bencana. Sedangkan kepadaku diberikan jabatan khalifah sehingga aku senantiasa di hadapkan ujian, bencana dan fitnah.”

Nasihat untuk putranya

            Sungguh terhormat kedudukan Luqman al-Hakim dan Putranya, karena nama dan petuah-petuahnya diabadikan Allah dalam Al-Qur’an Surat Luqman: 13-19. nasihat Luqman kepada putrannya itu seperti di bawah ini:
            “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”
            Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang Ibu - Bapaknya; Ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan dan kepada dua orang ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.
            Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jaln orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka kuberitakan kepadamu apa yang kamu telah kerjakan.
            “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam satu batu atau langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkanya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
            Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
            Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
            Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”
            Demikianlah nasihat Lukman, sekaligus isyarat dari Allah agar para orang tua (juga sebagai anak) melaksanakan sebagaimana dilaksanakan Lukman